tersungkur batu batu alam, seiring mentari terbenam,
biarlah kawan, di belakang hidang sederhana
mencebis mata, lalu hati menggerutu
pertanyakan lagi rasa itu
meski hidang sederhana
mendayu, sepoi lalu letih
ach...jangan persetan,batu bersaksi
tersungkur batu batu alam, seiring mentari terbenam,
biarlah kawan, di belakang hidang sederhana
mencebis mata, lalu hati menggerutu
pertanyakan lagi rasa itu
meski hidang sederhana
mendayu, sepoi lalu letih
ach...jangan persetan,batu bersaksi
0 komentar:
Posting Komentar